7 Efek Nilai Tukar Rupiah Yang Terus Berada di Bawah

Posted on | Minggu, 09 April 2017 | No Comments

Anda pasti pernahkan mendengarkan berita atau informasi mengenai nilai tukar rupiah. Selain perbandingan saham dan investasi, nilai tukar rupiah selalu menjadi perbincangan yang menarik. Bagi Anda yang tidak mempunyai usaha sendiri, mungkin berita itu akan diabaikan begitu saja. Tapi, bagi yang mempunyai bisnis, pasti akan selalu mengupadet berita tentang itu. 

Seperti yang kita ketahui bahwa nilai tukar rupiah selama ini terus ada dibawah nilai mata uang negara lain, khususnya Dollar Amerika. Kondisi ini telah berlangsung lama, pada saat ini nilai rupiah berkisar diangka Rp 12 ribu – Rp 13 ribuan. Kalau terhadap mata uang poundsterling bahkan lebih tinggi lagi mencapai Rp 16 ribuan. Apabila keadaan ini terus-menerus begini maka, akan muncul dampak atau efek yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia seperti berikut ini!


Pertumbuhan ekonomi yang lambat
Salah satu dampak dari nilai tukar rupiah adalah perkembangan ekonomi yang lambat. Jika begitu, akan sulit mengembangkan infrastruktur di kota-kota. Indonesia pun sulit beranjak dari kondisi tersebut bila ekonomi terus melemah. 

Terjadi PHK yang besar-besaran
Kalau bahan baku produksi yang diimpor dari negara lain melambung tinggi, tentu banyak perusahaan yang bingung untuk memproduksi dan menemukan harga jual yang pas. Imbasnya, perusahaan-perusahaan besar melakukan PHK atau Pemutusan Hubungan Kerja secara besar-besar untuk menyeimbangkan neraca keuangannya. Adanya PHK ini memperbanyak pengangguran dan membuat masyarakat terpuruk. 

Angka Kemiskinan semakin tinggi
Efek terpuruknya nilai tukar rupiah berikutnya adalah semakin tingginya angka kemiskinan di berbagai wilayah. Tak hanya pedesaan saja, melainkan juga diwilayah perkotaan. Kemiskinan ini sebagai buntut dari PHK oleh perusahaan besar tadi. Saat seseorang di PHK, mereka tidak bisa bekerja lagi dan keuangan keluarganya tak ada pemasukan.

Mengalami gizi buruk
Nilai tukar rupiah yang lemah bisa membawa pada gizi buruk bagi anak-anak atau lapisan masyarakat lainnya. Banyak orang yang beralih ke makanan yang lebih murah walau nutrisinya kurang. Sebab, mereka tidak mempunyai cukup uang untuk membeli makanan bergizi. 

Melemahnya daya beli
Daya beli masyarakat yang lemah akan berpengaruh pada aktivitas perusahaan. Semuanya kegiatan produksi jadi terhambat dan  para pelaku usaha mengalami kebangkrutan. Hal ini membuat perekonomian masayarakat tak berjalan, penderitaan semakin banyak. Selain itu, negara mengalami kerugian secara global. 

Depresi semakin tinggi
Hasil akhirnya yang terjadi adalah tingkat stres dan depresi semakin tinggi. Masyarakat yang mengalami keuangan buruk, bisa membuat jiwanya tergoncang tidak stabil. Akhirnya mereka stres memikirkan dan mencari cara bagaimana memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kesejahteraan hidupnya dimasa akan datang. Tentu tidak mudah menjalani hidup serba kekurangan. Tak ada lagi kebahagian, tingkat kejahatan tinggi dan masih banyak lagi efek buruknya.

Comments

Leave a Reply